Selasa, 05 Juli 2011

Naskah Drama 8 Orang

Hay , kawan.. J Kali ini aku mau share naskah drama yang aku buad waktu ada tugas drama bahasa inggris. Naskah ini aku buad sendiri dengan bahasa Indonesia, jadi buad yang mau pake naskah drama 8 orang ini dengan bahasa inggris, silahkan baca bagian bawah. Semoga bermanfaat.. J

PERSAHABATAN
ADEGAN 1
Suasana ramai selepas mengerjakan soal terakhir hari ini. Ulangan Kenaikan kelas sudah berlalu. Anak-anak semua senang bisa menyelesaikan ulangan dengan baik. Tanpa terkecuali, Rais dan kawan-kawanya. Mereka senang akhirnya bisa lepas dari buku yang menyibukkan mereka akhir pekan ini. Setelah bel berbunyi mereka bergegas menuju tempat parkir motor mereka.
Selma    : “Wah..enaknya ngapain ya kalau sudah selesai dari tugas-tugas akhir sekolah  ini?”
Nurul     : “Kita pergi liburan saja ya? Bagaimana dengan teman-teman?”
Erina      : “Haa? Liburan kemana, rul? Aku ikut saja..”
Nurul     : “Kemana begitu, apa kamu tidak bosan kalau di rumah terus?”
Erina      : “Gimana kalau kita pergi ke desa saja? Lumayan bisa refreshing di pedesaan”
Intan     : “Ide yang bagus! Aku setuju kalau kita liburan ke desa”
Una       : “Bagus..bagus..bagus.. Tapi kamu juga ikut kan, Fa?”
Ifa          : “Iya aku juga lagi pengen menikmati suasana pedesaan” (tertawa kecil)
Enggar  : “Yaa..yaa..yaa (sambil menghela nafas)”
Rais        : “Kenapa, Nggar?”
Enggar  : “Memang kenapa, Is ? (tertawa sambil pura-pura tidak tahu)”
Rais        : “Enggar..enggar.. (tertawa bersama)”                   
Setelah semua sepakat, mereka menyiapkan motor mereka masing-masing dan kembali ke rumah.
ADEGAN 2
Hari ini penerimaan Raport kenaikan kelas. Tentunya semua siswa merasa was-was dengan hasil mereka selama ini. Syarat kenaikan kelas yaitu siswa harus memiliki nilai diatas batas tuntas, jika tidak maka siswa tersebut harus mengerjakan ulang soal ulangan (remidi). Mereka berkumpul di rumah Enggar dan berbagi keluh kesah atas nilai mereka.
Intan     : “Kok Rais gak datang juga sih. Sudah lama nih nunggunya”
Una        : “Iya.. Kemana dia? Coba kirim pesan atau telepon”
Selma                    : (sambil menekan tombol handphone dan mencoba menghubungi Rais) “Aduh..gak aktif!”
Una        : “Ada apa sama Rais? Sampai dia matiin handphone segala”
Ifa           : “Kita ke rumahnya saja.. Gimana?”
Enggar  : “Eh ini aku dapat pesan dari Rais dengan nomor barunya”
Erina      : “Hah? Sini biar aku baca!” (sambil membacakan isi pesan singkat dari Rais)

Maaf teman-teman, Aku tidak bisa datang ke rumah Enggar.
 



Una        : “Apa sih, kok dia cuma bilang gitu tanpa ngasih alasan yang jelas!”
Nurul     : “Iya.. Kenapa sih dia? Kita datengin ke rumahnya aja sekalian!” (sambil mengerutkan dahi)
Enggar  : “Okee…”
ADEGAN 3
Mereka semua sudah berada di rumah Rais. Belum sempat mereka memanggilnya, Rais sudah keluar rumah dengan muka murung.
Enggar  : “Kenapa kamu, Is?”
Rais        : “Nggak apa-apa kok” (sambil tersenyum sedikit terpaksa)
Selma    : “Kamu kalau ada masalah cerita sama kita, Is. Ada apa?”
Rais        : “Teman-teman, aku tidak lulus mata pelajaran Biologi. Aku harus mengikuti remidi hari Senin mendatang. Aku tidak bisa mengerjakan soal-soal biologi. Apa kalian bisa membantuku?” (sambil memperlihatkan kesedihannya)
Erina      : “Emm..gitu.. Ya kita pasti bantu kamu kok, Is. Nanti kita belajar bersama-sama”
Intan     : “Iya, Is.. Tapi bukan sekarang ya teman-teman. Ku rasa sudah terlalu sore”
Ifa          : “Betul. Jangan khawatir, Is”
Una       : “Kamu jangan bilang “tidak bisa” ya, Is. Kamu pasti bisa!”
Nurul    : “Jangan sedih lagi ya, Rais. Kita selalu ada untukmu” (sambil senyum kepada semuanya)
Mereka pulang ke rumah masing-masing dan membuat janji bahwa mereka akan membantu Rais belajar biologi bersama-sama. Rais merasa bahagia mempunyai 7 sahabat baik seperti mereka.
ADEGAN 4
Keesokan harinya, sudah memasuki hari pertama liburan. Mereka bersama-sama membantu Rais belajar biologi bersama-sama. Hari itu Rais terlihat sangat senang.
Intan     : “Waah..kenapa kamu, Is? Kok senyum-senyu sendiri” (sambil tertawa kecil)
Rais        : “Gak kenapa-napa kok, seneng aja punya sahabat baik seperti kalian”
Intan     : “Kita sudah menganggapmu sebagai saudara kita sendiri, Is”
Una       : “Lagian kita juga senang punya sahabat seperti kamu”
Ifa          : “Kita bersahabat sudah lama, jadi wajar kalau kita membantu kamu jika kamu sedang kesulitan”
Selma   : “Bener, Fa. Persahabatan juga perlu pengorbanan lho”
Nurul    : “Bukan Cuma cinta saja yang butuh pengorbanan..” (sambil tertawa terkekeh)
Erina      : “Hey..hey.. Kalian ini lagi pada ngapain? Dari tadi ngobrol terus, Lihat tuh Si Enggar sudah bekerja dari tadi. Dia senyum-senyum sendiri melihat kalian bicara” (sambil melirik Enggar)
Enggar  : “Aku kan anaknya paling rajin” (tersenyum membanggakan diri)
Erina      : “Huu…”
Rais        : “Sudah jangan berdebat. Kalian itu lucu sekali” (tertawa kecil)
Nurul    : “Sudah..sudah.. Ayo kita mulai belajarnya! Nanti kesorean lho”
Una       : “iya, Rul. Terus apa yang bisa kita bantu, Is?”
Rais        : “AKu punya buku soal-soal Biologi, kalian bantu aku mengerjakannya ya”
Ifa          : “Iyaa… Pasti, Is”
Enggar  : “Ya sudah, ayo kita kerjakan bersama-sama”
Suasana sunyi di tempat mereka, semuanya sedang serius mengerjakan soal-soal di buku itu. Tak sungkan mereka saling bertanya jika ada yang belum dimengerti. Jam menunjukkan pukul 12.30 WIB, sudah cukup bagi mereka belajar bersama di hari libur.
ADEGAN 5
Hari Senin Rais berangkat ke sekolah untuk mengerjakan tugas remidi dari bu guru. Di saat mengerjakan soal, Ia mengingat kata teman-temannya, “AKU PASTI BISA!”. Teman-teman yang lain menunggui Rais di rumah Enggar. Mereka berharap Rais berhasil menegrjakan soal remidi dan mendapat nilai yang memuaskan.
Rais        : “Teman-teman…. Aku berhasil! Ini berkat kerja keras kita kemarin”
Selma    : “Selamat ya, Is. Kamu berhasil berkat kerja kerasmu!”
Ifa           : “Benar kan, kalau kita mau berusaha pasti kita bisa, Is”
Rais        : “Iya.. Terimakasih ya teman-teman, kalian sudah mau membantuku”
Erina      : “Sama-sama temanku tersayang..”
Una        : “Kalau gitu, kita rayakan saja dengan berlibur ke desa”
Nurul     : “Yee… pati seru banget yaa kalau kita semua bisa berlibur ke pedesaan bersama”
Rais        : “Iya..boleh.. Aku setuju saja”
Enggar  : “Gimana kalau kita pergi ke pegunungan? Lumayan.. Udaranya masih segar”
Una       : “Ide bagus, Nggar!”
Ifa          : “Memangnya kita mau ngapain ke pegunungan? Mending kita ke Wateboom di desa saja”
Intan     : “Iya.. Aku lebih suka main air di sana”
Erina      : “Ke waterboom dulu baru nanti habis itu kita jalan-jalan di desa”
Selma   : “Benar, Er. Asyik…jadi, kita jadi ke desa nih?”
Nurul    : “Ya iya lah.. Emang kamu mau kemana, Sel?” (tanyanya menyelidik)
Selma   : “ya ikut kalian liburan dong, emang mau kemana?”
Nurul    : “Ya..ya..ya..” (sambil tertawa)
Erina      : “Jadi kapan kita pergi?”
Intan     : “Besok pagi, gimana teman-teman?”
Ifa          : “Wah..kalau besok pagi aku tidak bisa, Tan. Aku mau pergi sama ibuku. Rabu saja bagaimana?”
Rais        : “Aku juga bisanya hari rabu. Gimana, Tan? Bisa kan?”
Intan     : “Iya bisa kok, kapanpun aku bisa untuk kalian” (sambil tersenyum manis)
Una       : “Ya sudah, jadi sepakatnya hari rabu ya?”
Nurul    : “Iya, Betul!”
Rais        : “Ya sudah, aku harus pulang sekarang”
Selma   : “Oke kalau begitu, kita pulang dulu ya, Nggar. Soalnya aku mau bantu-bantu ibu di rumah”
Enggar  : “Oke teman-teman, hati-hati di jalan ya. Jangan lupa datang tepat waktu ya besok rabu?”
Nurul    : “Siap, Bos! Sampai jumpa..”
Enggar  : “Sampai jumpa juga..” (sambil tersenyum kepada semuanya)
Selma segera menghidupkan motor mereka dan kembali pulang ke rumah masing-masing.
ADEGAN 6
Setelah menyiapkan baju ganti dan lainnya, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke waterboom.
Nurul    : “Ayo kita masuk!”
Una       : “Tunggu dulu, Rul. Yang lainnya masih di parkiran. Kita tunggu dulu”
Rais        : “Hey…tungguin kita. Barangnya berat nih”
Nurul    : “Aduuhh, Rais. Kamu bawa apa aja sih kok tasnya sebesar bom gitu!” (sambil tertawa)
Ifa          : “Tolong dong bawain tasku”
Una       : “Aku juga bawa tas nih”
Ifa          : “It’s okay..” (sambil mengerutkan dahi)
Erina      : “Ayok kita masuk teman-teman”
Intan     : “Pelan-pelan saja..” (tertawa kecil)
Selma   : “Memangnya kamu mau nyanyi, Tan?” (menertawakan Intan)
Intan     : “Enggak kok” (sambil tersenyum kepada Selma)
Enggar  : “Sudah..sudah..ayo kita masuk”
***
Enggar  : “Kita kemana dulu nih?”
Rais        : “Ya kita ganti baju dulu dong, Nggar”
Enggar  : “Ya sudah, ayo kita ke kamar ganti”
***
Ifa          : “Ramai ya..”
Una       : “Benar.. Tidak kalah ramainya dengan di kota”
Ifa          : “Padahal kan tempat ini baru dan belum terkenal” (sambil tersenyum kepada ifa)
Nurul    : “Hey..kalian ngapain? Ayok kita main..”
Una       : “Ya sudah, ayo kita main..”
Selama di sana mereka semua tertawa seolah tiada beban dan masalah dalam hidup mereka. Mereka bisa tertawa lepas bersama-sama, saling bercanda dan berbagi tawa. Tidak lupa mereka mengabadikan momen terpenting dalam hidup mereka dalam bentuk foto. Ketika sudah merasa lelah mereka meninggalkan permainan dan mampir ke tempat makan di Waterboom. Setelah selesai menyantap makan siangnya, mereka meneruskan perjalanan mereka untuk menikmati pemandangan alam di desa.
Erina      : “Aduuh capek ya, seharian main air dan sekarang menghirup udara segar seperti ini”
Nurul     : “Bener, Er. Kita foto-foto yuk?”
Selma    : “Bagus..bagus.. Kita abadikan momen-momen ini buat kenangan”
Enggar  : “Ya sudah, kalian di sana biar aku yang memfotokan kalian”
***
Di desa ini tempat mereka mengabadikan momen-momen ini. Bagi mereka sahabat adalah hal yang terindah dalam hidup ini. Sahabat juga mengerti apa yang kita rasakan, mereka setia mendampingi kita di saat senang maupun duka. Mereka berjanji akan menjaga persahabatan mereka selamanya.
Enggar  : “Aku tidak akan lupa hari ini” (sambil memandangi teman-teman perempuannya)
Rais        : “Sama, Ngar. Kita beruntung sekali mempunyai sahabat seperti mereka”
Enggar  : “Mereka baik sama kita, di samping itu juga mereka bisa menghibur kita di saat kita sedih”
Rais        : “Bener, Nggar. Kita nggak salah jadiin mereka sahabat kita karena memang mereka yang terbaik buat kita”
Enggar  : “It’s okay..”
Selma   : “Ngomongin apa barusan kalian?” (sambil duduk di samping enggar)
Rais        : “Tidak ngomong apa-apa kok, ya kan, Nggar?” (sambil tersenyum kearah Enggar)
Enggar  : “Iya, tidak ada apa-apa kok” (tersenyum kepada semuanya)
Erina      : “Huuu… Pasti ngomongin kita ya?”
Rais        : “Tau saja kamu, Er” (tersenyum kepada Erina)
Nurul    : “Rais..Enggar.. Kalian tidak ikut foto? Kemari…”
Rais        : “Okee…”
Persahabatan itu lebih abadi di banding cinta. Mereka bercanda bersama sambil berfoto-foto. Persahabatan bagai Kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Dan mereka sadar, tidak ada yang lebih abadi selain persahabatan.
TAMAT



Nah, berikut ini versi bahasa inggrisnya..


FRIENDSHIP
SCENE 1
Lively atmosphere after the last work on the problems today. Deuteronomy increase in class has passed. The kids all happy to finish with a good test. Without exception, Rais and his friends. They were happy to finally get away from books that they are busy this weekend. After the bell rang they rushed towards the car park their motorcycles.
Selma   : "Oh yes .. delicious when it's finished doing the final tasks of this school?"
Nurul   : "We go on vacation, right? What about friends?"
Erina    : "Haa? Where are vacation, rul?"
Nurul   : "Where so, what you are not bored in the house?"
Erina    : "What if we just went to the village? Fair can be refreshing in the countryside "
Intan    : "Good idea! I agree if we break into the village "
Una      : "Nice .. nice .. nice .. But you're also right, Fa? "
Ifa        : "Yeah, I also again want to enjoy a rural atmosphere" (small laugh)
Enggar : "Yes .. yes .. yes (sigh)"
Rais     : "Why, Nggar?"
Enggar : "So what, Is? (Laughing while pretending not to know) "
Rais     : "Enggar Enggar .. .. (Laugh) "
After all agree, they set up their own bike and go back home.
SCENE 2
Today report cards increase revenue class. Of course, all students are concerned with their results so far. Terms of rising class of students must have a value above the limit completely, if not then the student must work on re-test (remedial). They gathered at Enggar’s home and share their lamentations over the value.
Intan    : "Why Rais not come too? It has long been waiting for him"
Una      : "Yeah .. Where is he? Try sending a message or call he"
Selma   : (while you hold the phone and tried to contact Rais) "Oh .. not active!"
Una      : "What's the same Rais? Until he turn off his mobile phone "
Ifa        : "How we go to his house alone?"
Enggar : "Hey it's a message from Rais with his new number"
Erina    : "Hah? Here let me read! "(As he read out the contents of short messages from Rais)

I’m Sorry, guys. I not to come at Enggar’s House.
 



Una      : "What the heck, why he just say so without giving clear reasons!"
Nurul   : "Yeah .. Why would he? We went to his house alone! "(Frowning)
Enggar : "Okee ..."
SCENE 3
They all were in Rais’s House. Have not they call him, Rais had left the house with a glum face.
Enggar : "Why are you, Is?"
Rais     : "Nothing" (while smiling a bit forced)
Selma   : "If you are there is a problem, tell us about it, Is. What is it? "
Rais     : "My friends, I did not pass the Biology exam . I have to follow the remedial at Monday. I can not work on the problems of biology. What can you help me, guys? "(While showing her sadness)
Erina    : "Emm .. so .. we would help you anyway, Is. Later we learn together "
Intan    : "Yeah, Is .. But not now. I think it's evening too"
Ifa        : "Yes. Don’t worry, Is "
Una      : "You don’t say “can not”, Is. You can do it! "
Nurul   : "Don’t be sad again, Rais. We're always there for you "(while smiling to everyone)
They returned to their homes and made a promise that they will help Rais learn biology together. Rais was happy to have seven good friends like them.
SCENE 4
The next day, had entered the first day of vacation. Together they help to Rais learn biology together. That day Rais look very happy.
Intan    : "Whoa .. why are you, Is? Why are you smiling so? "(Chuckling)
Rais     : "It's okay, I'm happy to have a good friend like you"
Intan    : "We already consider you as our own brother, Is"
Una      : "Anyway, we are also happy to have a friend like you"
Ifa        : "We are friends already long, so we will help you if you're trouble"
Selma   : "Yes, Fa. Friendship also need to sacrifice"
Nurul   : "Not only are the need to sacrifice love" (with a laugh giggle)
Erina    : "Hey .. hey .. You are again doing? From the earlier conversation continues, See it Enggar already work from earlier. He smiles alone saw you speak "(glancing at Enggar)
Enggar : "I was the most diligent" (smile prided itself)
Erina    : "Huu ..."
Rais     : "I don’t argue. You’re funny"(small laugh)
Nurul   : "Let's start learning!"
Una      : "yeah, rul. So, what can we do for you, Is? "
Rais     : "I have a book of Biology questions, you help me do it"
Ifa        : "Yeah ... Sure, Is"
Enggar : "Well, let's do it together"
The atmosphere of quiet in their places, all of whom were seriously working on the questions in the book. They don’t hesitate to ask each other if one is not yet understood. Hour show at 12.30 pm, was enough for them to learn together on a holiday.
SCENE 5
On Monday, Rais went to school for remedial work from our teacher. When do the problems, he said remembering his friends, "I CAN DO IT!" Other friends who wait Rais at Enggar’s home. They hope Rais will be success about remedial work and a satisfactory score.
Rais     : "Friends .... I can do it! This is due to our hard work yesterday "
Selma   : "Congratulations, Is. You did it due to the hard work! "
Ifa        : "Yes, if you try really sure we can, Is"
Rais     : "Yeah .. Thank you my friends, you already want to help me "
Erina    : "You're welcome my friend"
Una      : "Then, we celebrate it with a vacation to the village"
Nurul   : "Yes ... starch really exciting if we could all go on holiday to the countryside together"
Rais     : "Okay.. I agree to it "
Enggar : "How  if we go to the mountains? Not bad .. The air was fresh "
Una      : "Good idea, Nggar!"
Ifa        : "Do we want doing to the mountains? Better us to Waterboom in the villages "
Intan    : "Yeah .. I do rather play the water over there "
Erina    : "First to the Waterboom and after that we walk in the village"
Selma   : "Yes, Er. So, we also into the village now? "
Nurul   : "Yeah .. What do you want anywhere, Sel? "(She asked probing)
Selma   : "Join the holiday with you, where are you going?"
Nurul   : "Yeah.. yeah..yeah.." (while laughing)
Erina    : "So when do we go?"
Intan    : "Tomorrow, how about my friends?"
Ifa        : "Emm.. If tomorrow I can not, Tan. I'm going with my mother. Why wednesday about? "
Rais     : "I'm also usually on Wednesday. How about you, Tan? Can  not you? "
Intan    : "Yeah, whenever I can for you" (smiling sweetly)
Una      : "Well, so along wednesday, right?"
Nurul   : "Right!"
Rais     : "Well, I must go home now"
Selma   : "Okay, we must go back, Nggar. Because I want to help mom at home "
Enggar : "Okay guys, be careful on the road yes. Do not forget to show up on time  wednesday? "
Nurul   : "Yes, sir! See you .. "
Enggar : "See you too .." (with a smile to everyone)
Selma turn on their motorcycle soon and go back home to their respective homes.
SCENE 6
After preparing a clothes and other equipment, they were getting ready to go to Waterboom.
Nurul   : "Let's go!"
Una      : "Wait a minute, rul. The others are still in the car park. We wait a minute "
Rais     : "Hey ... waiting for us. Heavy stuff"
Nurul   : "Ohh, Rais. Do you take any kind of hell, so why her bag like a bomb!"(While laughing)
Ifa        : "Please bringing my bag"
Una      : "I also bring a bag"
Ifa        : "It's okay .." (frowning)
Erina    : "Let’s we go my friends"
Intan    : "Take your time .." (small laugh)
Selma   : "Do you want to sing, Tan?" (Laugh Intan)
Intan    : "I don’t really" (as he smiled at Selma)
Enggar : "Well.. let's go"
***
Enggar : "First, we where?"
Rais     : "We change our clothes before, Nggar"
Enggar : "Well, let's go to the locker room"
***
Ifa        : "It’s too crowded .."
Una      : "Right.. No less crowded with the city "
Ifa        : "Though this place is new and not yet famous" (as he smiled at ifa)
Nurul   : "Hey .. What are you doing, guys? Let’s we play .. "
Una      : "Well, let's play .."
Over there they all laugh as if no expense and trouble in their lives. They can laugh together, joke together and share laughter. Not sure they capture the most important moments in their lives in the form of photographs. When you are feeling tired they left the game and stopped at a place to eat in Waterboom. When finished eating lunch, they continued their journey to enjoy the natural scenery in the village.
Erina    : "Ohh tired, a day of water play and now breathe fresh air like this"
Nurul   : "Well, Er. Let’s we are the photos? "
Selma   : "Nice..nice.. We capture these moments for memories "
Enggar : "Well, there you let me captured you"
***
In this village where they capture these moments. For those friends is the most beautiful things in life. Companions also understand what we feel, they are loyal to accompany us in good times and sorrows. They promised to keep their friendship forever.
Enggar : "I will not forget this day" (looking at his friend)
Rais     : "Same, Nggar. We are lucky to have friends like them "
Enggar : "They were good to us, in addition, also they can comfort us when we are sad"
Rais     : "Well, Nggar. We is not wrong to reduce her for our friends because they did best for us"
Enggar : "It's okay .."
Selma   : "What you talking about, guys?" (As he sat beside Enggar)
Rais     : "Nothing to say. Right, nggar?" (With a smile towards Enggar)
Enggar : "Yeah, there's nothing" (a smile to everyone)
Erina    : "Huuu ... You are talking about us?"
Rais     : "You know course, Er" (smile at Erina)
Erina    : "Well.. "
Nurul   : "Rais..Enggar.. You didn’t join the photo? Come here... "
Rais     : "It’s okee ..."
Friendship is more lasting in the appeal of love. They joke together and take pictures. Friendship like a cocoon, to change a caterpillar into a butterfly. And they are aware, none is more enduring than friendship.
THE END

8 komentar:

bloger mengatakan...

sepp GAN !!!

idrawantos mengatakan...

mantaaappppp gan..
anee suka......
wakakkakakakak

EluGUE team mengatakan...

Makasih udah berkenan berbagi. Sangat edukatif!

ABDI S.R mengatakan...

Mantab nih dramanya

Bastian sawo mengatakan...

thank you....

Elly Dewi mengatakan...

thank you

Elly Dewi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Adm CS mengatakan...

Makasih, contoh naskah drama diatas sangat membantu.

Poskan Komentar